Home Pernikahan Contoh dan Tips Penulisan Surat Nikah Siri

Contoh dan Tips Penulisan Surat Nikah Siri

Adalah merupakan fenomena di masyarakat bahwa ada kegiatan pernikahan yang dinamakan nikah siri. Pada prinsipnya sama dengan pernikahan pada umumnya namun tidak melibatkan negara sebagai pihak pencatat pernikahan di Indonesia.

Dalam nikah siri tidak hanya dilakukan ijab kabul dan pemenuhan syarat-syarat nikah, tetapi juga ada beberapa dokumen seperti hal-nya surat nikah siri yang dibuat sebagai bentuk dokumentasi nikah ini.

Dengan melakukan nikah siri, nikah sah secara agama namun tak memiliki legalitas dalam negara, segala sesuatu yang berkaitan dengan pengurusan suratdan diakuinya hal-hal yang menyangkut hak dan kewajiban keluarga dalam pernikahan tersebut tidak bisa didapatkan.

Dalam artikel ini akan dibahas lengkap tentang apa itu nikah siri,contoh surat nikah siri, beserta hukum, syarat, tata cara, dan cara cerai dalam nikah siri.

Nikah siri adalah pernikahan sah secara agama namun tidak diakui negara karena tidak mengurus surat-surat penting yang dapat menunjukkan bahwa pernikahan yang telah terjadi masuk dalam data-data sipil negara sehingga dapat dipertanggung jawabkan dan mendapatkan haknya sebagai warga negara Indonesia.

Nikahsirihanya membutuhkan suratpernyataan telah terjadi pernikahan yang sah secara agama Islam, dengan adanya wali nikahyang menikahkan, dua orang saksi yang bertandatangan, dan pengesahan dari pejabat setempat, seperti ketua RT, RW, atau Kepala Desa.

Beragam Latar Belakang Nikah Siri

Beberapa masyarakat Indonesia ada yang menjalani pernikahan secara siri karena masalah ekonomi, atau karena minimnya akses untuk mengurus surat-surat penting bagi pernikahan legal yang diakui negara.

Ada juga yang menjalani pernikahan siri karena keadaan darurat dan di lain kesempatan jika telah mampu maka segera mengurus surat-surat penting agar pernikahannya diakui negara.

Namun tak jarang juga masyarakat yang memilih menjalani pernikahan sirid engan tujuan yang kurang baik, seperti menikah di belakang istri sahnya, dalam rangka nikah kontrak, dan masih banyak alasan tak sepantasnya yang lain.

Sebaiknya memang menikah siriwalaupun secara agama diakui sah, tetap diurus legalitasnya secara negara agar mendapatkan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Dengan adanya dokumen-dokumen penting yang sah secara negara, pernikahan akan menjadi lebih mudah dijalani oleh siapapun warga negara Indonesia.

Kelahiran anak diakui negara, pengurusan tanah dan pajak diakui negara, dan banyak manfaat lain yang bisa didapatkan jika warga negara menikah dengan sah baik secara agama maupun negara.

Contoh Surat Nikah Siri

Ada hal yang perlu diperhatikan dalam dokumen nikah siri diantaranya:

  •  Data diri mempelai wanita.
  • Tanda tangan mempelai pria dan wanita, tanda tangan saksi-saksi, dan tanda tangan pejabat setempat yang mengesahkan telah terjadi pernikahan tersebut.

Adalah istri saya yang telah saya nikahi secara sah menurut hukum dan syari’ah agama Islam pada tanggal ………….. dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

Pernyataan ini saya buat dengan benar agar di kemudian hari dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Jika di kemudian hari terdapat hal-hal yang tidak diinginkan, saya bersedia untuk mempertanggungjawabkannya sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

Dalam hukum agama Islam, menikah sirijika dilakukan dengan adanya wali nikah,dua orang saksi, ada dua orang mempelai yang sama-sama rela menikah dan dinikahkan, serta bukan untuk tujuan maksiat atau dosa yang dilarang Allah seperti nikahkontrak atau nikahmut’ah, maka hukumnya sah.

Namun jika menikah siri dilakukan sebab hal-hal yang dilarang agama Islam, dilarang Allah dan RasulNya, maka pernikahan tersebut hukumnya dosa dan tidak sah.

Misal, menikah dengan memaksa salah satu mempelai dengan ancaman, sehingga akhirnya menikah karena terpaksa itu sama halnya dengan melakukan suatu kedzaliman kepada orang lain.

Menikah siri dengan tujuan nikah mut’ah yang dilarang agama Islam juga hukumnya tidak sah dan berdosa karena melanggar larangan Allah.

Atau jika menikah siri tanpa adanya saksi dan wali nikah, maka otomatis pernikahannya tidak sah secara agama Islam.

Salah satu alasan mengapa seorang laki-laki memilih nikahsiridengan perempuan yang umum terjadi di masyarakat Indonesia adalah menghindari dari pandangan publik, atau bisa dikatakan ingin melakukan pernikahan yang sah secara agama, namun tak diketahui umum atau melakukan pernikahan secara sembunyi-sembunyi.

Salah satu alasan klasik adalah karena tak ingin diketahui pihak keluarga, dalam hal ini adalah istri pertama.

Yang sah dinikahi secara agama maupun negara

Tentu dalam hal ini secara adab berkehidupan dalam keluarga adalah salah besar. Walaupun secara agama Islam, tak ada syariat yang menyatakan bahwa melakukan poligami harus izin istri pertama, namun Allah dan Rasulullah SAW tak mengajarkan kepada ummat Islam untuk merendahkan martabat wanita dalam pernikahan sekalipun.

Meskipun poligami hukumnya halal, namun Allah menegaskan bahwa perlu dilakukan keadilan dalam menjalani poligami tersebut, terkait hak-hak dari para istri, sehingga jika seorang suami yang poligami tak mampu berbuat adil padaistri-istrinya maka dia telah melakukan suatu dosa besar yang Allah bisa jadi tak ridho dalam pernikahan bahkan kehidupannya.

Seperti hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a berikut:.

Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang memiliki dua orang istri namun dia hanya mementingkan salah satunya saja, maka akan datang hari kiamat dan sementara itu salah satu badannya akan condong sebelah.

(HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Tegas sekali dalam hadits shahih tersebut bahwa Rasulullah SAW sangat tidak menyukai siapapun yang tak mampu berlaku adil dalam menjalani pernikahan poligami.

Bahkan Allah pun mengatakan dalam Al-Qur’an bahwa yang diperbolehkan melakukan poligami adalah mereka yang mampu berlaku adil, dan jika merasa tak mampu maka sebaiknya tak usah memaksakan diri melakukannya daripada akan menimbulkan dosa dan kemaksiatan semata.

“Jika kamu tak mampu berlaku adil, maka nikahilahhanya satu wanita saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Hal yang demikian itu adalah yang dekat dengan perbuatan tidak berlaku aniaya.” (QS. An-Nisaa’ ayat 3).

Jelas sekali bukan, bahwa Allah dan RasulNya sangat tidak menyukai bahkan membenci mereka yang melakukan poligami namun tak mampu berlaku adil pada istri-istrinya.

Salah satu sikap berlaku adil tak hanya dilakukan setelah menikah namun bahkan jauh sebelum menikah. Yaitu dengan meminta izin dan pendapat, serta mendapat keridhoan dari istri pertama, jika seorang suami akan melakukan pernikahan lagi, atau poligami.

Hal ini seperti yang disebutkan Allah SWT dalam QS An-Nisaa’ ayat 3, bahwa jauh dari sikap aniaya.

Karena menikahi perempuan lain di belakang istri pertama, tak mendapat izin dan keridhoan darinya, akan membuat istri pertama berada dalam kedukaan, marah, dan lebih dari itu tak hanya mendzalimi istri pertama tapi juga anak-anak bahkan keluarga besar.

Salah satu syarat nikah dalam agama Islam adalah adanya wali nikah, di mana wali nikah utama adalah ayah dari mempelai perempuan.

Jika ayah mempelai perempuan tak mampu menikahkan, baik sudah meninggal atau karena sakit atau karena keterbatasan lain, sehingga diperbolehkan diwakili oleh wali nikahyang masih berhubungan mahram atau sedarah dengan mempelai perempuan dari garis ayah.

Seperti saudara laki-laki mempelai perempuan, saudara laki-laki ayah mempelai perempuan, kakek mempelai perempuan dari ayah dan seterusnya ke atas, serta anak laki-laki mempelai perempuan dan seterusnya ke bawah.

Jika semuanya telah tiada atau berhalangan karena alasan syar’i menjadi wali nikah maka baru boleh menggunakan wali hakim, dari pemuka agama, pejabat setempat, atau yang mampu dan memiliki syarat sah menikahkan mempelai perempuan.

Maka, jika ayah mempelai perempuan masih hidup, mampu menikahkan, dalam keadaan sehat, akan tetapi mempelai perempuan memilih menikah diam-diam dengan lelaki yang dicintainya tanpa restu orangtuanya, terlebih ayahnya, secara adab berkehidupan masyarakat adalah suatu hal yang tidak diperbolehkan.

Lalu bagaimana dengan padangan dalam agama Islam?

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al Asy’ari r.a, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada pernikahan (nikahtersebut batal atau tidak sah) kecuali dengan adanya wali.” (HR Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ibnu Abi Syaiban, dan Thabrani).

Sehingga jelas, bahwa menikah dengan tanpa adanya wali, dalam hal ini wali nikahyang sah menurut agama Islam, maka bisa dikatakan pernikahan tersebut tidak sah juga.

Hal tentang pernikahan seorang wanita tanpa izin dari wali nikahnya yang sah (dalam hal ini adalah ayah atau orangtua mempelai perempuan), ditegaskan pula dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin, ‘Aisyah binti Abu Bakar r.a berikut ini:.

Rasulullah SAW bersabda, wanita manapun yang menikah tanpa adanya izin dari wali nikahnya, maka pernikahannya tersebut batal (tidak sah).” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Baihaqi).

Dengan penguatan dua hadits shahih tersebut maka bisa dipastikan bahwa menikah siritanpa adanya izin bahkan tidak dinikahkan oleh wali nikahyang sah dari mempelai wanita, dalam hal ini ayah yang adalah orangtua mempelai wanita, hukumnya adalah tidak sah.

Syarat Nikah Siri

Karena menikah siri artinya adalah menikah secara agama, maka syarat-syarat menikah siriatau istilah orang Indonesia dengan “di bawah tangan” adalah sama dengan syarat-syarat menikah dalam agama Islam.

  • Adanya mempelai wanita dan mempelai pria yang keduanya harus benar-benar rela dan saling ridho menjalani pernikahan tersebut.
  • Tidak boleh ada paksaan dari pihak manapun, dna bukan karena hal-hal yang berbau atau betujuan maksiat serta dosa.
  • Wali nikah adalah orang yang sah menikahkan kedua mempelai.
  • Wali nikah adalah ayah dari mempelai wanita, atau saudara laki-laki mempelai wanita, atau saudara laki-laki ayah mempelai wanita, atau kakek mempelai wanita dari jalur ayah ke atas, atau anak laki-laki mempelai wanita ke bawah.

Jika semua dalam jalur nasab yang sah tersebut tak dapat menjadi wali, maka wali nikah bisa diwakilkan atau disebut dengan istilah wali hakim, kepada pejabat setempat, pemuka agama, atau orang yang ditunjuk secara sah oleh lembaga setempat (dalam hal ini biasanya KUA jika menikah dalam legalitas negara).

Salah satu syarat sah pernikahan dalam agama Islam adalah adanya dua orang saksi nikahyang siap menjadi saksi terjadinya pernikahan tersebut.

Ijab adalah menyerahkan, jadi wali nikah akan menyerahkan mempelai wanita beserta seluruh tanggung jawabnya kepada mempelai pria, diucapkan dengan lisan yang tegas.

Sedangkan qabul adalah penerimaan, dimana mempelai pria menerima mempelai wanita sebagai istrinya dan seluruh tanggung jawab atas dirinya, diucapkan dengan lisan yang tegas.

Saat proses ijab qabul berlangsung, wali nikah menggenggam erat tangan mempelai pria disaksikan oleh saksi-saksi nikah.

Tata Cara Nikah Siri

Berikut ini adalah tata cara pernikahan secara siri, atau yang disebut menikah secara sah dalam agama namun tak dicatatkan secara legal dalam catatan sipil negara.

Penandatanganan surat pernyataan nikah siri sangat penting agar status nikah siri yang sah secara agama dapat dipertanggungjawabkan oleh kedua mempelai, wali nikah,dan saksi-saksinya.

Tujuan adanya surat ini adalah agar menghindari pernikahan siri yang tidak bertanggungjawab, yaitu dilakukan tanpa wali nikah,tanpa saksi-saksi, dan tak diketahui pejabat setempat.

Dalam pernikahan tentu banyak sekali masalah yang menghampiri. Meskipun Allah tak melarang perceraian dalam pernikahan yang dibangun di atas agamaNya, namun Allah sangat membenci hal tersebut.

Apalagi jika kedua belah pihak bercerai tersebab hal-hal yang tidak terlalu penting atau remeh belaka.

Bukan karena alasan adanya kedzaliman dalam pernikahan tersebut.

Jika Allah membenci, harusnya hambaNya menyadari bahwa apa yang Allah benci bisa jadi mendatangkan murkaNya.

Namun jika pernikahan sudah tak lagi bisa dipertahankan karena suami atau istri dzalim secara fisik maupun batin kepada pasangan atau anak-anaknya, pasangan pindah keyakinan dan tak bisa dididik lagi dengan baik atau tak bisa diingatkan lagi, dan terjadi hal-hal yang jika dipertahankan justru akan membawa banyak kemudharatan, maka pernikahan boleh dihentikan alias bercerai.

Dalam nikah siri, sama halnya dengan pernikahan yang sah secara agama dan negara, selama menikah dengan cara Islam maka cara talak atau cerainya adalah suami mengatakan talak kepada isteri, “Aku talak engkau…”, dan itu akan membuat pernikahan tersebut berakhir, tidak diperbolehkan lagi berkumpul layaknya suami istri sah.

Bedanya, pernikahan siritak perlu mengurus sidang cerai ke Pengadilan Agama karena pernikahannya sendiri tak tercatat secara sah di catatan sipil negara.

Contoh Surat Nikah Lainnya

Salah satu yang harus diperhatikan oleh calon pengantin dalam mempersiapkan pernikahan adalah tentang surat nikah. Hal ini karena warga negara yang baik adalah yang mengikuti aturan negara.

Sehingga untuk bisa mendapatkan surat nikah sebagai syarat pernikahan yang diakui oleh negara adalah calon pengantin mampu mengetahui dengan seksama cara mengurus surat nikahyang benar.

Dalam artikel ini akan dibahas bagaimana cara mengurus surat nikah baik untuk menikah secara sah agama dan negara, secara siri (sah agama), maupun untuk surat numpang nikah.

Pihak laki-laki perlu mengurus surat numpang nikah dulu meskipun dia berada dalam satu kecamatan namun beda desa dengan pihak perempuan.

Beda kasus jika pihak laki-laki tempat tinggalnya satu RT, RW, Dusun, dan Desa dengan calon mempelai perempuan.

Untuk mengurus surat numpang nikah syaratnya hanya KTP dan KK calon mempelai laki-laki, kemudian meminta rekomendasi ke Ketua RT, Ketua RW, kemudian baru ke Kelurahan.

Pihak perempuan yang telah menerima NI, N2, dan N4 dari calon mempelai laki-laki kemudian menambahkan KTP dan KK miliknya untuk meminta rekomendasi kepada Ketua RT dan Ketua RW.

Biasanya beberapa KUA yang berbeda wilayah maka bisa juga berbeda syarat-syarat untuk mengurus pernikahannya.

Sehingga ada baiknya Anda menanyakan terlebih dulu kepada KUA setempat Anda apa saja syarat-syarat yang bisa Anda lengkapi untuk mengajukan pernikahan.

  • Fotokopi KTP Calon Suami dan Calon Istri;.
  • Fotokopi KK Calon Suami dan Calon Istri;.
  • Fotokopi Akta Kelahiran Calon Suami dan Istri (yang asli ditunjukkan);.
  • Ijazah Terakhir Calon Suami dan Istri (hanya ditunjukkan);.
  • Pas Foto Calon Suami dan Calon Istri ukuran 4×6 sebanyak 5 lembar dan ukuran 2×3 sebanyak 5 lembar juga (latar belakang foto tergantung tahun kelahiran, jika calon mempelai lahir di tahun genap maka latar biru dan jika lahir di tahun ganjil maka latar merah).

Setelah itu Anda biasanya akan ditanya kapan waktu pelaksanaan nikah dan mahar. Nantinya mahar akan ditulis di buku nikah.

Untuk pernikahan yang dilaksanakan di KUA maka tak akan dipungut biaya alias gratis, namun Anda harus menyesuaikan jadwal juga apakah hari yang Anda ajukan untuk menikah sudah diisi oleh jadwal orang lain atau belum.

Ini adalah tahap akhir yang perlu Anda dan calon pasangan hidup Anda tempuh dalam mendapatkan surat nikah.

Anda berdua akan diundang ke KUA, biasanya memang harus bersama atau jika tak memungkinkan maka bisa di waktu yang berbeda, untuk menjawab dan mengecek kebanaran beberapa data yang masuk di KUA.

Jika data sudah lengkap dan benar maka Anda tinggal menunggu sampai pelaksanaan akad nikahdengan mengurus hal-hal lain di luar surat nikah.

Namun jika masih ada kekurangan data atau ada data yang keliru, segera Anda benahi agar tidak berlama-lama waktunya sehingga semakin lama juga Anda dan calon pasangan bisa menikah.

Cara Mengurus Surat Numpang Nikah

Mengurus surat numpang nikah wajib hukumnya untuk calon mempelai laki-laki. Karena dengan suratnumpang nikah itu, akan keluar surat-surat yang nantinya menjadi syarat wajib pengurusan surat nikah yang Anda butuhkan untuk melangsungkan akad nikah.

Setelah persyaratan utama lengkap, maka Anda perlu mendatangi Ketua RT Anda untuk meminta rekomendasi atau pengantar yang juga disetujui oleh Ketua RW. Nantinya pengantar itu akan Anda butuhkan untuk meminta suratke Kelurahan.

Setelah mendapatkan pengantar dari Ketua RT dan RW, sambil juga melengkapinya dengan fotokopi KTP dan KK, maka Anda bisa meminta surat numpang nikah ke Kelurahan.

Hasilnya, Anda akan mendapatkan N1, N2, dan N4 yang nantinya itu sangat penting untuk mengurus suratpernikahan Anda dan calon pasangan.

Nikah siri adalah menikah sah secara agama, ada penghulu dan juga saksi, namun tidak sah secara negara. Karena disini, pasangan nikahtak mendapat suratnikahlegal dari negara.

Untuk menandai telah terjadi pernikahan walaupun secara siri, maka diperlukan surat pernyataan nikah yang nantinya akan menjadi jaminan penting bagi kedua mempelai, jika suatu hari akan melegalkannya secara negara.

Pengurusan surat nikah siri biasanya bisa dilakukan langsung oleh calon mempelai dengan penghulu.

Kemudian setelah melengkapi persyaratan nikah secara agama, seperti adanya dua mempelai; dua saksi; penghulu; dan wali nikah,maka pernikahan bisa dilakukan.

Adalah istri saya yang telah saya nikahi secara sah menurut hukum dan syari’ah agama Islam pada tanggal ………….. dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Demikian pernyataan ini saya buat dengan benar agar dapat dipergunakan kemudian sebagaimana mestinya. Jika di kemudian hari terdapat hal-hal yang tidak diinginkan, maka saya bersedia untuk mempertanggungjawabkannya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Demikian beberapa macam cara mengurus surat nikahyang penting untuk diketahui calon pengantin, agar tidak mengalami kesulitan atau kebingungan menjelang hari pernikahan.

Ragam Surat Nikah Siri

Surat nikah siri adalah surat yang menerangkan bahwa telah terjadi perkawinan antara dua manusia berbeda kelamin yang sah menurut agama. Tidak dipungkiri pada saat ini masih banyak orang yang masih minat untuk melangsungkan pernikahan siri.

Walaupun pernikahan siri ini sah menurut agama akan tetapi pernikahan ini tidak akan diakui atau dicatat oleh pihak pemerintah. Mungkin ada beberapa alasan yang menyebabkan mereka lebih memilih nikah siri, diantaranya biaya pernikahan, tidak mau ribet dengan pengurusan administrasi pernikahan, dan sebagainya.

Seperti yang dikatan tadi pernikahan siriini tidak akan diakui oleh pemerintah maka dalam suratakan ada kalimat “jika dikemudian hari terdapat hal-hal yang tidak di inginkan maka saya bersedia untuk diproses secara hukum menurut perundang-undangan yang berlaku”.

Hal ini akan menyebabkan kita akan bertanggung jawab penuh atas yang kita lakukan, maka kita juga harus siap berurusan dengan hukum yang berlaku. Dan terkadang dengan pernikahan siri ini yang akan dirugikan adalah pihak wanita beserta anak-anak dari perkawinan mereka.

Boleh jadi si pengantin wanita kelak bila tidak dinafkahi tidak bisa menuntut secara hukum. Bahkan saat mempunyai anak, mereka akan kesulitan untuk mendapatlka atau mengurus akte kelahiran anak mereka.

Maka akan lebih baik bila kita menikah secara resmi yag tercatat oleh negara. Kalau tidak salah sekarang biaya pernikahan di KUA kan sudah gratis asalkan pada jam kerja. Untuk yang sudah terlanjur menikah sirisebaiknya mengurus pernikahan resminya.

Untuk surat nikah siri sendiri akan mencantumkan identitas dari kedua pengantin dan menyatakan bahwa keduanya telah menikah secara resmi, dihadapan para saksi yang ikut menandatangani surat nikah siri ini.

Kalimat Dalam Surat Nikah Siri

berikut ini adalah bagian dari bagian bawah kalimat paragraf nikah siri yang menyatakan telah terjadinya nikah siri:

[isi dengan data istri]

Adalah istri sah saya yang telah saya nikahisecara sah menurut hukum dan syari’ah Islam pada tanggal ……………….. di ……………….. dengan keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan jika di kemudian hari terdapat hal-hal yang tidak di inginkan maka saya bersedia diproses secara hukum menurut undang-undang yang berlaku, serta tidak akan melibatkan pihak manapun.

[tandatangan dan nama jelas]

Kesimpulan

Meskipun menikah secara siri adalah sah secara agama, namun ada baiknya Anda tetap mendaftarkan dan mencatatkan pernikahan Anda secara sah di catatan sipil negara agar hak dan kewajiban Anda sebagai warga negara Indonesia dapat terpenuhi dan dijalankan dengan semestinya.

Ada kalanya nikah siri tidak menggunakan dokumen, tapi ada baiknya menggunakan dokumen surat nikah siri sebagai bentuk bukti dari adanya pernikahan dari pria dan wanita, serta adanya kelengkapan data lainnya seperti waktu, tempat, wali, saksi, dan hal-hal lainnya terkait waktu dan tempat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here